The declining management systems in three Islamic boarding schools in Jember highlight management as a neglected yet crucial factor for institutional progress. Grounded in the POAC management functions theory (Planning, Organizing, Actuating, Controlling), this study examines the implementation of management systems in planning and organizing and the efforts to improve them. Using a qualitative case study approach, domain and taxonomic analyses were conducted through comprehensive interviews, observations, and documentation. The findings reveal that all three pesantren share parallel weaknesses: the absence of complete work programs and organizational technical manuals. Furthermore, no systematic efforts have been made to develop management in response to dynamic changes. The study concludes that management system implementation is critically weak due to a lack of human resources skilled in management, alongside the strong authority and charisma of kyai. Recommendations are directed toward pesantren to enhance management practices through cadreship and the recruitment of management experts. Fenomena menurunnya sistem manajemen di tiga pesantren di Jember menunjukkan bahwa manajemen sering diabaikan padahal merupakan parameter kemajuan lembaga pendidikan. Menggunakan teori fungsi manajemen POAC (Planning, Organizing, Actuating, Controlling), penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan sistem manajemen pada aspek perencanaan dan pengorganisasian serta upaya peningkatannya. Penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus ini menerapkan analisis domain dan taksonomi melalui wawancara komprehensif, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menemukan bahwa ketiga pesantren memiliki kelemahan paralel karena tidak memiliki program kerja yang lengkap dan petunjuk teknis organisasi. Selain itu, belum ada upaya sistematis untuk mengembangkan manajemen sesuai dinamika yang berkembang. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pengelolaan sistem manajemen sangat lemah karena ketiadaan sumber daya manusia ahli manajemen serta kuatnya otoritas dan kharisma kiai. Rekomendasi diberikan kepada pesantren untuk meningkatkan pengelolaan manajemen melalui kaderisasi dan rekrutmen tenaga ahli.
Copyrights © 2007