Ali Saifullah
Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri Jember

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Manajemen Perilaku Organisasi Mahasiswa Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri Jember: Managing Student Organizational Behavior at the State Islamic Institute of Jember Ali Saifullah
Fenomena Vol 2 No 1 (2003): FENOMENA: Journal Penelitian STAIN Jember
Publisher : LP2M Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35719/fenomena.v2i1.324

Abstract

Student demonstrations at STAIN Jember increasingly exhibit anarchic and excessive tendencies, deviating from intellectual, sensitive, and moral frameworks. Guided by Spearman and Burt’s behavioral theories and Freud’s psychoanalytic perspective, this study addresses the need to develop skilled management strategies for student organizations, examines whether protests reflect intellectual parameters or emotional impulses, and explores integrating skilled management with organizational behavior. Using a qualitative case study design, data were collected through comprehensive interviews, participant observation, and documentation, employing snowball sampling and grounded theory analysis. Findings reveal that student organizations lack skilled management, with static structures and work programs, while student criticism is often driven by specific interests rather than substantive intellectualism. Furthermore, institutional systems at STAIN Jember—such as nontransparent governance and authoritarian policies—provoke reactive demonstrations. The study concludes that restructuring skilled management, reforming institutional systems toward transparency and adaptability, and modeling intellectual, sensitive, and moral behavior by leaders are essential to restoring credibility and fostering responsible academic activism. Demonstrasi mahasiswa STAIN Jember cenderung menunjukkan tindakan anarkis dan berlebihan, menyimpang dari kerangka intelektualitas, sensibilitas, dan moralitas. Berpijak pada teori perilaku Spearman dan Burt serta psikoanalisis Freud, penelitian ini bertujuan merumuskan manajemen terampil bagi organisasi mahasiswa, mengkaji apakah demonstrasi merupakan parameter intelektualitas atau emosi, serta mengintegrasikan manajemen terampil dengan perilaku organisasi. Dengan pendekatan kualitatif studi kasus, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipan, dan dokumentasi, menggunakan teknik snowball sampling serta analisis grounded theory. Temuan menunjukkan organisasi mahasiswa belum memiliki manajemen terampil; struktur dan program kerja bersifat statis, sementara kritik mahasiswa lebih didorong kepentingan tertentu而非 substansi intelektual. Sistem kelembagaan STAIN Jember yang kurang transparan dan otoriter turut memicu aksi reaktif. Penelitian menyimpulkan bahwa penataan manajemen terampil, reformasi sistem menuju keterbukaan dan adaptabilitas, serta keteladanan perilaku intelektual, sensitif, dan bermoral dari pimpinan mutlak diperlukan guna memulihkan kredibilitas dan menghasilkan aktivisme akademik yang bertanggung jawab.
Gugus Kendali Mutu: Suatu Upaya Meningkatkan Kualitas Output STAIN Jember: Quality Control Circle: An Effort to Improve the Output Quality of the State Islamic College (STAIN) Jember Ali Saifullah
Fenomena Vol 3 No 1 (2004): FENOMENA: Journal Penelitian STAIN Jember
Publisher : LP2M Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35719/fenomena.v3i1.347

Abstract

The low quality of graduates from Islamic higher education institutions, particularly STAIN Jember, is a critical issue, evident in some alumni's inability to teach Arabic, read the Qur'an, and pass civil service selection tests. This research addresses the problem map of financial, material, and human resource management, as well as lecturer competence and suboptimal learning systems. The objective is to analyze quality control circles from the perspectives of resource management, lecturer competence, and student learning activities. The study employs a qualitative case study design, collecting data through comprehensive interviews, participant observation, and documentation, and analyzes them descriptively and interpretively using data and method triangulation. Key findings indicate that financial resource management requires greater transparency, infrastructure must be renovated to incorporate technology-based learning media, lecturer competence absolutely needs development, and student learning activities should be directed toward scientific and intellectual patterns. The research concludes that an integrated and sustainable quality control circle is essential, with recommendations for improved management accounting, facility renovation, and the establishment of cross-departmental scientific forums and literary study groups. Fenomena rendahnya kualitas lulusan perguruan tinggi agama, khususnya STAIN Jember, menjadi isu krusial yang tercermin dari ketidakmampuan sebagian alumni dalam mengajar bahasa Arab, membaca Al-Qur'an, serta lulus ujian Calon Pegawai Negeri Sipil. Penelitian ini bertolak dari peta masalah pengelolaan sumber daya finansial, material, dan manusia, serta kompetensi dosen dan sistem pembelajaran yang belum optimal. Tujuan penelitian adalah menganalisis gugus kendali mutu dalam perspektif pengelolaan sumber daya, kompetensi dosen, dan aktivitas belajar mahasiswa. Penelitian menggunakan metodologi kualitatif dengan rancangan studi kasus, pengumpulan data melalui wawancara komprehensif, observasi partisipan, dan dokumentasi, serta dianalisis secara deskriptif interpretatif dengan triangulasi data dan metode. Temuan utama menunjukkan bahwa pengelolaan sumber daya finansial perlu peningkatan transparansi, sarana prasarana harus direnovasi berbasis teknologi, kompetensi dosen mutlak dikembangkan, serta aktivitas belajar mahasiswa perlu diarahkan pada pola ilmiah dan intelektual. Penelitian menyimpulkan bahwa gugus kendali mutu yang terpadu dan berkelanjutan sangat diperlukan, dengan rekomendasi peningkatan manajemen akuntansi, renovasi fasilitas, serta pembentukan forum kajian ilmiah dan kepustakaan lintas jurusan.
Sistem Manajemen Pesantren dalam Konteks Dinamika: Sisi yang Terabaikan: Pesantren Management System in the Context of Dynamics: The Overlooked Aspect Ali Saifullah
Fenomena Vol 6 No 1 (2007): FENOMENA: Jurnal Penelitian Islam Indonesia
Publisher : LP2M Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35719/fenomena.v6i1.401

Abstract

The declining management systems in three Islamic boarding schools in Jember highlight management as a neglected yet crucial factor for institutional progress. Grounded in the POAC management functions theory (Planning, Organizing, Actuating, Controlling), this study examines the implementation of management systems in planning and organizing and the efforts to improve them. Using a qualitative case study approach, domain and taxonomic analyses were conducted through comprehensive interviews, observations, and documentation. The findings reveal that all three pesantren share parallel weaknesses: the absence of complete work programs and organizational technical manuals. Furthermore, no systematic efforts have been made to develop management in response to dynamic changes. The study concludes that management system implementation is critically weak due to a lack of human resources skilled in management, alongside the strong authority and charisma of kyai. Recommendations are directed toward pesantren to enhance management practices through cadreship and the recruitment of management experts. Fenomena menurunnya sistem manajemen di tiga pesantren di Jember menunjukkan bahwa manajemen sering diabaikan padahal merupakan parameter kemajuan lembaga pendidikan. Menggunakan teori fungsi manajemen POAC (Planning, Organizing, Actuating, Controlling), penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan sistem manajemen pada aspek perencanaan dan pengorganisasian serta upaya peningkatannya. Penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus ini menerapkan analisis domain dan taksonomi melalui wawancara komprehensif, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menemukan bahwa ketiga pesantren memiliki kelemahan paralel karena tidak memiliki program kerja yang lengkap dan petunjuk teknis organisasi. Selain itu, belum ada upaya sistematis untuk mengembangkan manajemen sesuai dinamika yang berkembang. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pengelolaan sistem manajemen sangat lemah karena ketiadaan sumber daya manusia ahli manajemen serta kuatnya otoritas dan kharisma kiai. Rekomendasi diberikan kepada pesantren untuk meningkatkan pengelolaan manajemen melalui kaderisasi dan rekrutmen tenaga ahli.
Manajemen Berbasis Sekolah (MBS): Suatu Paradigma Menuju Madrasah Mandiri (Studi Kasus MA Al-Qodiri Jember Tahun 2007/2008): School-Based Management (SBM): A Paradigm Toward an Independent Madrasah (A Case Study of Madrasah Aliyah Al-Qodiri Jember in the Academic Year 2007/2008) Ali Saifullah
Fenomena Vol 7 No 2 (2008): FENOMENA: Jurnal Penelitian Islam Indonesia
Publisher : LP2M Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35719/fenomena.v7i2.434

Abstract

Entering the 21st century, madrasahs in Indonesia face significant managerial weaknesses that hinder their institutional independence. School-Based Management (SBM) has emerged as a strategic paradigm for transforming madrasahs toward independence. This study aims to analyze the readiness of Madrasah Aliyah Al-Qodiri Jember in implementing SBM across leadership, curriculum, human resources, and student management aspects. Using a qualitative case study design, data were collected through in-depth interviews, observation, and documentation, then analyzed taxonomically and componentially. The findings reveal that leadership and curriculum aspects are not yet ready to be promoted as an independent madrasah due to the lack of professional management and curriculum experts. The human resources aspect is also unprepared due to the non-linear educational backgrounds of administrative staff. Conversely, the student management aspect has demonstrated readiness, evidenced by students' successful admission to prominent universities such as UNAIR, UGM, ITB, and UIN. This study recommends full implementation of SBM, linearization of educators' academic backgrounds, and the provision of technical guidelines from the Ministry of Religious Affairs to support independent madrasahs. Memasuki abad XXI, madrasah di Indonesia menghadapi berbagai kelemahan manajerial yang menghambat kemandirian lembaga. Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) muncul sebagai paradigma strategis untuk mentransformasi madrasah menuju kemandirian. Penelitian ini bertujuan menganalisis kesiapan Madrasah Aliyah Al-Qodiri Jember dalam mengimplementasikan MBS pada aspek kepemimpinan, kurikulum, ketenagaan, dan kesiswaan. Dengan pendekatan kualitatif rancangan studi kasus, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, lalu dianalisis secara taksonomik dan komponensial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aspek kepemimpinan dan kurikulum madrasah belum siap dipromosikan menjadi madrasah mandiri karena belum diterapkannya manajemen profesional serta belum adanya tenaga ahli kurikulum. Aspek ketenagaan juga belum siap karena latar belakang keilmuan tenaga kependidikan yang tidak linier. Sebaliknya, aspek kesiswaan telah siap mendukung madrasah mandiri, terbukti dengan keberhasilan siswa lolos SPBM masuk PTN ternama seperti UNAIR, UGM, ITB, dan UIN. Penelitian ini merekomendasikan penerapan MBS secara utuh, linearisasi keilmuan tenaga pendidik, serta penyediaan petunjuk teknis dari Departemen Agama untuk mendukung madrasah mandiri.