The phenomenon of juvenile delinquency is increasingly alarming, especially in major cities, manifesting in various deviant behaviors that violate social norms and laws. This study aims to examine the influence of perceived family harmony and self-concept on the tendency toward juvenile delinquency. A quantitative method with a survey approach was employed, involving adolescents aged 15–18 years at State Senior High School 2 Jember. The results show that perceived family harmony and self-concept simultaneously have a significant effect on the tendency toward juvenile delinquency. Partially, both variables also exhibit a significant negative influence, meaning that the more harmonious the perception of the family and the more positive the adolescent’s self-concept, the lower the tendency toward delinquency. In conclusion, family harmony and positive self-concept serve as protective factors against juvenile delinquency. Recommendations are directed to parents and schools to strengthen family communication and build positive self-concept in adolescents. Fenomena kenakalan remaja semakin mengkhawatirkan, terutama di kota-kota besar, dengan berbagai bentuk perilaku menyimpang yang melanggar norma sosial dan hukum. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh persepsi keharmonisan keluarga dan konsep diri terhadap kecenderungan kenakalan remaja. Metode yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan survei, melibatkan remaja usia 15–18 tahun di Sekolah Menengah Atas Negeri 2 Jember. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi keharmonisan keluarga dan konsep diri secara simultan berpengaruh signifikan terhadap kecenderungan kenakalan remaja. Secara parsial, kedua variabel juga menunjukkan pengaruh negatif yang signifikan, artinya semakin harmonis persepsi terhadap keluarga dan semakin positif konsep diri remaja, maka semakin rendah kecenderungan kenakalan remaja. Kesimpulannya, keluarga harmonis dan konsep diri positif berperan sebagai faktor protektif terhadap kenakalan remaja. Rekomendasi ditujukan kepada orang tua dan sekolah untuk memperkuat komunikasi keluarga serta membangun konsep diri positif pada remaja.
Copyrights © 2009