Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menjelaskan bagaimana metode pembelajaran pra-Braille diterapkan pada siswa disabilitas netra kelas 1 di SLB Negeri Banyuwangi, dengan penekanan pada empat aspek utama: keterampilan taktil, orientasi tangan dan jari, keterampilan kognitif, dan kemampuan untuk mengenal dan membedakan simbol dasar Braille. Metode yang digunakan termasuk berbagai aktivitas sensorik dan permainan edukatif untuk meningkatkan kepekaan indera peraba dan kemampuan untuk mengingat simbol Braille. Pendekatan multisensori, pembelajaran kontekstual, dan dukungan individual yang adaptif sangat penting untuk pengembangan literasi Braille tahap awal. Penelitian ini juga menunjukkan bahwa ada masalah dengan orientasi gerakan dan konsistensi dalam memahami simbol tertentu, seperti huruf C. Untuk memaksimalkan kesiapan literasi siswa disabilitas netra sejak usia dini, penelitian ini menunjukkan bahwa strategi pembelajaran yang lebih adaptif, fleksibel, dan berbasis kebutuhan diperlukan.
Copyrights © 2025