Abstract: Perkembangan pesat teknologi Artificial Intelligence (AI) memberikan peluang besar untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di perguruan tinggi, terutama dalam hal motivasi belajar mahasiswa. Namun, pengaruh penggunaan AI terhadap motivasi belajar masih memerlukan pemahaman lebih mendalam, khususnya terkait peran lingkungan belajar dan self-efficacy sebagai mediator. Penelitian ini bertujuan untuk menguji secara kuantitatif pengaruh penggunaan AI dan lingkungan belajar terhadap motivasi belajar mahasiswa dengan self-efficacy sebagai variabel mediasi. Metode penelitian menggunakan desain korelasional dengan analisis Structural Equation Modeling-Partial Least Squares (SEM-PLS). Data diperoleh dari 195 mahasiswa aktif yang memiliki pengalaman menggunakan AI dalam proses pembelajaran, melalui kuesioner daring berbasis skala Likert. Hasil analisis menunjukkan bahwa penggunaan AI memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap motivasi belajar mahasiswa. Lingkungan belajar juga berpengaruh signifikan terhadap self-efficacy, namun tidak memberikan pengaruh langsung yang signifikan terhadap motivasi belajar. Self-efficacy terbukti berperan sebagai mediator yang memperkuat hubungan antara penggunaan AI dan motivasi belajar. Temuan ini mengindikasikan bahwa penciptaan lingkungan belajar yang kondusif dan pemanfaatan teknologi AI secara optimal dapat meningkatkan keyakinan diri mahasiswa dalam belajar, yang pada akhirnya mendorong motivasi belajar mereka. Penelitian ini memberikan kontribusi penting bagi pengembangan strategi pembelajaran berbasis teknologi yang holistik dan berkelanjutan di perguruan tinggi. Oleh karena itu, institusi pendidikan perlu mengintegrasikan aspek teknologi dan pengelolaan lingkungan belajar untuk mendukung keberhasilan akademik mahasiswa secara efektif.
Copyrights © 2025