Serangan Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) menyebabkan kerugian produksi secara global sebesar 20–40%, sehingga mendorong pergeseran dari penggunaan pestisida kimia menuju strategi pengendalian yang lebih berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara implementasi teknologi pengendalian OPT berbasis ramah lingkungan dengan respons petani di Kecamatan Amahai, Kabupaten Maluku Tengah. Metode yang digunakan adalah sensus terhadap 75 petani, dengan pendekatan analisis deskriptif kuantitatif dan uji korelasi Rank Spearman. Hasil menunjukkan bahwa 61% petani memiliki pengetahuan yang baik, 87% menunjukkan sikap positif terhadap penggunaan bahan nabati, dan 90% telah menerapkan pengendalian berbasis bahan alami. Respons petani terhadap teknologi ini sangat tinggi, dengan 96% menyatakan efektivitasnya, 95% menilai kemudahan penggunaan, 92% mengakui peningkatan produksi, dan 89% merasakan peningkatan pendapatan. Uji korelasi Spearman menunjukkan hubungan positif yang signifikan antara implementasi teknologi dan respons petani (r = 0,702; p < 0,05), yang mencerminkan potensi besar untuk pengembangan sistem pertanian berkelanjutan di wilayah tersebut.
Copyrights © 2025