Maraknya kasus tuberkulosis (TB) di Indonesia menjadi tantangan besar bagi berbagai pihak sebagai akibat dari peningkatan kasus mutasi resistensi obat Mycobacterium tuberculosis (MDR-TB, XDR-TB, dan XXDR-TB). Resistensi ini disebabkan oleh mutasi Mycobacterium tuberculosis (M.tb) yang mengahambat efektivitas terapi pengobatan konvensional dengan menggunakan antibiotik. Bakteriofag D29 ini dianggap mampu menjadi agen terapi potensial karena kemampuan spesifiknya dalam melisiskan dan mengahancurkan dinding sel M.tb melalui siklus litik, tanpa mempengaruhi flora normal atau jaringan inang. Peninjauan literatur inovasi berbasis molekuler melibatkan bakteriofag D29 menawarkan potensi dalam pendekatan terapi pengobatan baru TB resisten. Bakteriofag D29 memiliki profil keamanan yang baik berdasarkan hasil uji pra-klinis, meskipun masih diperlukan uji klinis untuk memastikan keamanannya pada manusia. Inovasi implementasi bakteriofag D29 pada manusia dapat menjadi langkah strategis terapi molekuler TB di Indonesia dalam menghadapi beban resistensi yang terus meningkat.
Copyrights © 2025