Artikel ini merupakan hasil dari penelitian yang mengkaji neurospiritualitas sebagai kerangka interdisipliner yang memadukan neurosains kognitif, psikologi moral, dan filsafat pendidikan Islam dalam rangka memperkuat pendidikan karakter. Penelitian ini difokuskan pada tiga pertanyaan pokok: (1) bagaimana relasi antara neurospiritualitas dan perkembangan kognitif dalam pendidikan karakter? (2) sejauh mana pengaruh neurospiritualitas terhadap moralitas individu? dan (3) bagaimana pendekatan neurospiritualitas dapat diterapkan secara praktis dalam mendukung pengembangan diri peserta didik? Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan menggunakan dokumentasi berbasis studi kepustakaan sebagai teknik pengumpulan data dan pendekatan hermeneutik-filosofis sebagai dasar analisis. Hasil kajian menunjukkan bahwa pengalaman spiritual berpengaruh langsung terhadap aktivitas neurologis, khususnya pada korteks prefrontal dan sistem limbik —dua area yang berkaitan dengan empati, regulasi emosi, dan pengambilan keputusan moral. Analisis terhadap pemikiran Al-Ghazali, Ibn Sina, Ibn Miskawayh, dan tokoh-tokoh lainnya memperkuat temuan ini, dengan menekankan pentingnya integrasi antara akal dan jiwa dalam pembentukan akhlak. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pendidikan karakter berbasis neurospiritualitas tidak hanya menawarkan pendekatan yang lebih menyeluruh dan ilmiah, tetapi juga mampu mengisi kekosongan makna dalam pendidikan kontemporer yang selama ini cenderung terjebak pada pendekatan kognitif dan normatif semata.
Copyrights © 2025