Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh perilaku prokrastinasi dan beban kerja berlebih (work overload) terhadap tingkat stres kerja pada karyawan Generasi Z. Generasi ini dikenal memiliki ekspektasi tinggi terhadap fleksibilitas kerja dan keseimbangan kehidupan kerja, namun juga rentan terhadap tekanan pekerjaan. Dengan pendekatan kualitatif dan metode deskriptif, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam terhadap sepuluh karyawan Generasi Z dari berbagai divisi pekerjaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perilaku prokrastinasi umumnya dipicu oleh tingginya beban kerja, kurangnya kejelasan tugas, serta lingkungan kerja yang tidak kondusif. Sementara itu, meskipun sebagian besar responden telah mengembangkan strategi manajemen waktu, seperti penggunaan to-do list dan teknik Pomodoro, strategi tersebut belum cukup efektif dalam mengurangi tekanan kerja. Stres kerja juga dipengaruhi oleh gaya kepemimpinan atasan dan rasa takut terhadap kritik, yang memperburuk kecenderungan untuk menunda pekerjaan. Temuan ini menegaskan perlunya perhatian manajerial dalam menciptakan lingkungan kerja yang mendukung, menetapkan target yang realistis, dan membangun komunikasi yang terbuka guna menjaga produktivitas serta kesehatan mental karyawan Generasi Z.
Copyrights © 2025