Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi bagaimana fleksibilitas jam kerja dan dukungan atasan mempengaruhi keseimbangan kehidupan kerja pada karyawan jarak jauh. Dengan berkembangnya model kerja jarak jauh, pemahaman yang mendalam mengenai dinamika keseimbangan kehidupan kerja menjadi sangat penting. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan mengumpulkan data kuesioner dan wawancara dengan karyawan jarak jauh dari beberapa sektor industri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fleksibilitas jam kerja menciptakan otonomi yang memungkinkan karyawan untuk mengatur ritme kerja sesuai dengan kebutuhan pribadi. Sementara itu, dukungan atasan yang diwujudkan dalam bentuk komunikasi yang empatik dan pemahaman akan kondisi kerja jarak jauh membangun rasa aman dan penghargaan. Temuan penelitian mengungkapkan bahwa responden yang memperoleh kombinasi fleksibilitas waktu dan dukungan atasan yang memadai mampu mengembangkan strategi adaptif dalam menyeimbangkan tuntutan pekerjaan dan kehidupan pribadi. Implikasi dari penelitian ini menyoroti pentingnya organisasi mengadopsi kebijakan yang mendukung fleksibilitas waktu kerja dan melatih para manajer untuk memberikan dukungan yang sesuai dengan kebutuhan karyawan jarak jauh, sehingga tercipta ekosistem kerja yang berkelanjutan dan seimbang.
Copyrights © 2025