Rebranding rumah sakit merupakan strategi penting untuk mengatasi stigma, memperkuat identitas organisasi, dan meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap layanan kesehatan. Penelitian ini menganalisis strategi rebranding Rumah Sakit Khusus Kusta Sungai Kundur menjadi Rumah Sakit Umum Pusat Dr. Rivai Abdullah (RSUP DRA) Banyuasin. Tujuannya adalah mengevaluasi proses rebranding yang mencakup transformasi identitas, strategi komunikasi, pengembangan layanan, serta faktor pendukung dan penghambat implementasi. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan desain studi kasus. Data diperoleh dari analisis dokumen, wawancara dengan manajemen rumah sakit dan tenaga kesehatan, serta literatur terkait rebranding dan manajemen pelayanan kesehatan. Hasil menunjukkan bahwa rebranding dilakukan melalui lima dimensi utama: (1) transformasi identitas organisasi dan repositioning dari rumah sakit khusus menjadi rumah sakit umum pusat; (2) strategi komunikasi internal, eksternal, dan partisipatif untuk membangun citra baru; (3) pengembangan layanan kesehatan melalui penambahan fasilitas dan peningkatan mutu; (4) manajemen perubahan dengan pelatihan SDM dan kepemimpinan transformatif; serta (5) dukungan kebijakan pemerintah. Dampak rebranding terlihat dari meningkatnya jumlah kunjungan pasien, penguatan citra positif, dan pencapaian akreditasi lebih baik. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa rebranding RSUP DRA berhasil mengatasi stigma, memperluas segmen pasien, dan memperkuat posisi sebagai rumah sakit rujukan regional.
Copyrights © 2025