Kualitas hidup mencakup pemberian kesempatan untuk menjalani kehidupan yang nyaman dengan menjaga keseimbangan antara kondisi fisiologis dan psikologis dalam kehidupan sehari-hari. Peningkatan kualitas hidup menjadi hal penting sebagai tujuan pengobatan dan merupakan kunci untuk kesembuhan pasien tuberkulosis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kepatuhan minum obat, lama pengobatan, dan dukungan sosial terhadap kualitas hidup pasien TB di Puskesmas Tungkal II. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif cross-sectional pada 55 responden dari populasi 100 pasien TB yang dipilih secara Stratified Random Sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner WHOQOL menunjukkan mayoritas responden memiliki kualitas hidup kurang baik (58,2%), tingkat kepatuhan rendah (70,9%), berada dalam fase pengobatan lanjutan >4 bulan (58,2%), dan menerima dukungan sosial minimal (61,8%). Hasil analisis multivariate menunjukkan bahwa faktor yang paling dominan terhadap kualitas hidup pasien tuberkulosis di Puskesmas Kuala Tungkal II Kabupaten Tanjung Jabung Barat adalah kepatuhan minum obat. Hasil analisis menunjukkan bahwa pasien TB yang tidak patuh minum obat memiliki risiko 6,838 kali lebih besar untuk mengalami kualitas hidup yang kurang baik dibandingkan pasien yang patuh ((POR = 6,838; 95% CI: 1,752–26,682; p = 0,006). setelah dikontrol oleh variabel umur, pendidikan dan pekerjaan. Karena nilai p < 0,05 dan interval kepercayaan tidak melewati angka 1, maka hubungan ini dinyatakan signifikan secara statistik dan bermakna secara klinis.Temuan ini menegaskan pentingnya intervensi terpadu berbasis edukasi dan penguatan dukungan sosial untuk meningkatkan kualitas hidup pasien TB dalam rangka keberhasilan terapi TB.
Copyrights © 2025