Gangguan siklus menstruasi merupakan salah satu masalah reproduksi yang umum terjadi pada wanita usisa pinggiran kota, termasuk mahasisiwi. Siklus menstruasi normalnya adalah 21-35 hari. Siklus menstruasi <21 hari disebut polimenorea, >35 hari disebut oligomenorea, dan tidak mengalami menstruasi selama tiga bulan atau lebih disebut amenorea. Ketidakteraturan siklus menstruasi dapat disebabkan oleh berbagai faktor termasuk tingkat stres dan status gizi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat stres dan status gizi dengan gangguan siklus menstruasi pada mahasisiwi FKM Undana. Jenis penelitian ini adalah observasional analitik dengan desain cross-sectional . Sampel penelitian berjumlah 76 orang dengan pemilihan sampel menggunakan metode stratified random sampling . Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji statistik chi-square. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan antara tingkat stres (p=0,020 < 0,05) dan status gizi (p=0,038 < 0,05) dengan gangguan siklus menstruasi pada mahasiwi FKM Undana. Nilai koefisien kontingensi tingkat stres (C=0,364) dan status gizi (C=0,28), artinya keduanya memiliki keeratan hubungan lemah dengan gangguan siklus menstruasi. Mengelola stres dengan manajemen waktu yang baik serta menjaga status gizi dengan pola makan seimbang dan asupan nutrisi yang cukup merupakan rekomendasi penting untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Kata kunci: Gangguan Siklus Menstruasi, Mahasiswi,Status Gizi, Tingkat Stres
Copyrights © 2025