Perilaku kerja aman merupakan salah satu komponen penting dalam kinerja keselamatan kerja yang berperan signifikan dalam meminimalisir terjadinya kecelakaan kerja. PT. X Semarang merupakan perusahaan yang bergerak di industri tekstil dengan tingkat risiko keselamatan kerja yang cukup tinggi, terutama pada bagian produksi yang memiliki paparan bahaya fisik, kimia, dan ergonomi. Berdasarkan hasil observasi awal, ditemukan perilaku kerja tidak aman yang dilakukan oleh sebagian pekerja, yaitu belum menggunakan APD ketika bekerja. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk memberikan gambaran perilaku keselamatan kerja pekerja tekstil bagian produksi di PT.X Semarang. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan menggunakan pendekatan waktu penelitian cross sectional. Populasi pada penelitian ini yaitu 47 pekerja tekstil bagian produksi di PT.X Semarang. Teknik sampel yang digunakan pada penelitian ini yaitu total populasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pekerja dengan perilaku keselamatan kerja dalam kategori tidak aman sebanyak 23 pekerja (48,9%) dan kategori aman 24 pekerja (51,1%). Hasil tersebut menunjukkan bahwa selisih jumlah pekerja dengan perilaku keselamatan kerja tidak aman dan aman hanya berbeda satu pekerja. Hal tersebut dapat terjadi karena PT.X Semarang masih kurang dalam merancang dan mengimplementasikan program K3. Oleh karena itu, PT.X Semarang dapat merancang dan mengimplementasikan program K3 untuk meningkatkan perilaku keselamatan kerja yang aman seperti melakukan pelatihan, meningkatkan pengawasan, dan melakukan pendekatan behavior based safety.
Copyrights © 2025