Infrastruktur energi listrik semakin bergantung pada teknologi informasi dan komunikasi sehingga menjadi lebih rentan terhadap serangan siber. Ketergantungan ini menambah risiko serius terhadap keandalan dan keamanan sistem tenaga listrik, terutama dalam menghadapi serangan yang semakin canggih dan terorganisir. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kinerja sistem keamanan jaringan dalam melindungi infrastruktur energi listrik dari ancaman siber. Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan pendekatan analisis deskriptif terhadap berbagai teknik pertahanan yang telah diterapkan maupun yang sedang dikembangkan. Hasil kajian menunjukkan bahwa sistem deteksi intrusi (IDS), firewall cerdas, dan algoritma pembelajaran mesin adalah pendekatan yang paling umum dan efektif. Namun, beberapa kelemahan ditemukan, seperti keterbatasan dalam mendeteksi serangan zero-day, kurangnya kemampuan adaptasi terhadap pola serangan baru, serta integrasi sistem yang belum optimal. Berdasarkan temuan ini, penelitian ini merekomendasikan peningkatan integrasi teknologi berbasis kecerdasan buatan, penguatan respons waktu nyata (real-time response), dan perbaikan koordinasi antar sistem keamanan. Temuan ini diharapkan dapat menjadi dasar dalam pengembangan strategi keamanan siber yang lebih kuat dan adaptif untuk menjaga keandalan serta ketahanan infrastruktur energi listrik dalam jangka panjang.
Copyrights © 2025