Yesus datang ke dunia dengan misi penyelamatan yang bernilai rohani dan kekal, tetapi sejak Yesus mulai melayani di dalam pelaksanaan-Nya sehari-hari, Dia tidak terlihat eksklusif dengan hanya beredar di lingkungan rohani; Sinagoga, Bait Allah, para Farisi dan Saduki, para imam dan Lewi saja. Bahkan Alkitab mencatat bahwa Yesus menggunakan waktu yang cukup banyak di dalam Bait Allah berbincang-bincang dengan para imam hanya sekali pada saat dia masih kecil. Tetapi sejak pelayanannya dimulai, Dia menyatu dengan masyarakat dari semua tingkatan/strata berbincang dengan bahasa yang membumi tetapi mendorong keluar nilai-nilai dan kualitas kehidupan orang-orang yang bergaul dengan-Nya. Kepemimpinan pembapaan bergerak berdasarkan mandat/panggilan ilahi, tetapi memiliki relasi simetris dengan seluruh tingkatan/strata, bergaul dengan lugas menginternalisasikan nilai-nilai kebenaran Alkitabiah dalam kemasan modern yang tidak terlihat rohani tetapi tetap bergerak dengan otoritas yang dikenali dan diakui oleh orang-orang di sekitarnya, dengan demikian efektifitas kepemimpinannya menghasilkan jemaat, anak-anak atau pengikut-pengikut yang berkualitas, yang secara berkelanjutan mempengaruhi dunia sekelilingnya dengan kekuatan yang lebih besar.
Copyrights © 2024