Pembelajaran Sains di sekolah dasar menuntut metode yang mampu menumbuhkan minat belajar siswa secara optimal. Penelitian ini bertujuan membandingkan pengaruh metode Outclass Learning dan Inclass Learning terhadap minat belajar siswa kelas IV MI Plus Darul Falah Mojoagung, Jombang. Pendekatan kuantitatif digunakan dengan desain survei, melibatkan 60 siswa yang dipilih melalui teknik total sampling. Data dikumpulkan melalui angket skala Likert, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan uji Independent Samples T-Test berbantuan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan tidak terdapat perbedaan signifikan antara kedua metode pembelajaran terhadap minat belajar siswa (sig. 0,542 > 0,05). Temuan ini menegaskan bahwa kualitas pembelajaran lebih dipengaruhi oleh perencanaan, kompetensi guru, dukungan sarana, interaksi guru-siswa, dan relevansi materi dibandingkan sekadar lokasi pelaksanaan. Penelitian ini merekomendasikan penerapan strategi pembelajaran Sains hibrid yang mengintegrasikan keunggulan kontekstual Outclass Learning dan keteraturan Inclass Learning untuk meningkatkan motivasi, pemahaman konsep, dan keterampilan ilmiah siswa secara berkelanjutan
Copyrights © 2025