Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya financial distress pada perusahaan yang bergerak di sektor pertambangan. Variabel yang diuji meliputi faktor internal yaitu profitabilitas, likuiditas, leverage, asset tangibility, dan revenue growth, serta faktor eksternal yaitu inflasi. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh perusahaan pertambangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) selama periode 2021 sampai dengan 2023. Sampel dipilih dengan metode purposive sampling dan diperoleh 21 perusahaan. Data yang digunakan adalah data sekunder yang diambil dari laporan keuangan perusahaan pertambangan yang terdaftar di BEI dan data indeks harga konsumen yang diterbitkan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) periode yang sama. Untuk menganalisis data digunakan teknik regresi linier berganda yang diolah menggunakan SPSS versi 21. Hasil penelitian menunjukkan bahwa profitabilitas berpengaruh negatif signifikan terhadap financial distress, sedangkan likuiditas dan leverage berpengaruh positif signifikan terhadap financial distress. Namun, variabel independen lainnya yaitu asset tangibility, revenue growth, dan inflasi tidak menunjukkan pengaruh signifikan terhadap terjadinya financial distress.
Copyrights © 2025