Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi realitas sosial dalam kehidupan bermasyarakat berdasarkan masalah-masalah aktual yang terjadi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode diskriptif kualitatif yang didukung dengan metode historis atau sejarah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penalaran bercorak budaya yang dibingkai dalam nuansa keagamaan meskipun menolak budaya bangsa sendiri merupakan semangat pemberontakan. Dan intinya pada kematian manusia dan anak bangsa ini dengan sia-sia. Sebab agama dipakai sebagai landasan bagi perbuatan membunuh yang lain (liyan). Konkritnya, penalaran tersebut merupakan bagian dari pencarian identitas yang melompat dari ketiadaan menuju sebuah identitas yang dianggap dan diyakini menarik untuk dilakukan. Pada kenyataannya, keadilan Allah dan hak-Nya untuk menjadi satu-satunya yang berhak menentukan hidup matinya seseorang telah dirampas sedemikian rupa demi memuaskan nafsu saat yang telah dibutakan oleh ilah jaman ini. Simpulan yang dapat menjadi pembelajaran adalah jangan sekali-kali menghapus anugerah kemajemukan dalam kehidupan bangsa ini dan menggantikannya dengan syariat agamawi. Jika hal itu dilakukan maka penderitaan dan kemiskinan bahkan selamanya akan terulang kembali.
Copyrights © 2025