Semua manusia ingin menikmati kesenangan dan kepuasan hidupnya. Namun, di kalangan orang percaya saat ini terjadi kekeliruan paradigma dalam memahami ibadah yang sejati yang harusnya menjadi jembatan dalam proses menuju kesucian hidup. Kesalahpahaman ini tercermin dalam pandangan bahwa ibadah hanya sebagai rutinitas saja, pemenuhan fasilitas ibadah di gereja dianggap sebagai standar utama dalam beribadah dan pengaruh gadget dalam beribadah juga sangat signifikan. Hal ini dapat berpengaruh pada ibadah yang dilakukan oleh orang percaya yang pada akhirnya tidak dapat mengikuti ibadah di gereja maupun komunitas-komunitas tumbuh bersama secara teratur. Itulah sebabnya, penelitian ini bertujuan untuk memberikan pemahaman yang mendalam tentang esensi ibadah yang sejati bagi orang percaya saat ini, dengan menggunakan metode kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ibadah yang sesungguhnya, sebagaimana dijelaskan dalam Roma 12:1-2, adalah tentang mempersembahkan tubuh sebagai persembahan yang hidup dan suci kepada Allah sebagai bentuk ibadah yang menyenangkan-Nya.
Copyrights © 2025