SD Islam Al-Abriya Depok merupakan lembaga pendidikan dasar Islam yang memiliki perhatian besar terhadap pembinaan Al-Qur’an sejak dini. Dalam praktiknya, sekolah telah menjalankan program tahsin-tahfizh untuk membekali siswa dengan kemampuan membaca dan menghafal Al-Qur’an secara baik dan benar. Namun, dalam pelaksanaannya masih ditemukan beberapa kendala. Sebagai respons terhadap kondisi tersebut, sekolah mulai menerapkan metode Talaqqi wal Musyafahah. Meski demikian, penerapan metode ini tidak terlepas dari berbagai tantangan. Keberhasilan suatu metode tidak hanya ditentukan oleh isinya, tetapi juga oleh sejauh mana metode tersebut diimplementasikan secara efektif di lapangan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi metode talaqqi wal musyafahah dalam pembelajaran tahsin-tahfizh di SD Islam Al-Abriya Depok serta implikasinya dalam meningkatkan kualitas bacaan dan hafalan Al-Qur’an siswa. Analisis data dilakukan menggunakan teori implementasi kebijakan George C. Edwards III yang mencakup empat variabel: komunikasi, sumber daya, disposisi (sikap pelaksana), dan struktur birokrasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa implementasi metode talaqqi wal musyafahah berjalan cukup efektif. Komunikasi antar pihak sekolah, guru, dan orang tua terjalin dengan baik, meskipun perlu peningkatan dalam penyampaian umpan balik kepada siswa. Sumber daya manusia dan fasilitas pendukung cukup memadai, namun jumlah guru tahfizh perlu ditambah agar proses pembelajaran lebih optimal. Sikap pelaksana, baik kepala sekolah maupun guru, sangat mendukung dan menunjukkan komitmen tinggi terhadap program tahsin-tahfizh. Struktur birokrasi di sekolah sudah mendukung, tetapi belum dilengkapi dengan SOP tertulis yang rinci.
Copyrights © 2025