Artikel ini menganalisis hubungan kausalitas antara melemahnya pengaruh Rusia di Suriah dan transisi hegemoni kekuasaan Bashar al-Assad. Penelitian sebelumnya telah membahas hubungan antara Uni Sovit dan Partai Ba’ath, fragmentasi oposisi, krisis kemanusiaan dan ketegangan geopolitik di Suriah. Artikel ini mengisi kesenjangan teoritis dari riset-riset terdahulu dengan menggunakan tiga konsep dari pemikiran Antonio Gramsci, yakni blok historis (historical bloc), transisi hegemonik (hegemonic transition), dan interregnum. Penelusuran proses (process tracing) digunakan sebagai cara menguraikan proses kausal dengan melihat pada urutan kejadian dan hubungan sebab akibat. Argumen artikel ini adalah bahwa blok historis Rusia-Suriah yang terbentuk sejak era Soviet hingga pra kejatuhan Assad melemah karena tiga faktor: (1) pergeseran fokus Rusia ke dua fokus berbeda, yang melemahkan hubungan material (ekonomi-militer) dan non-material (ideologis); (2) meningkatknya tekanan oposisi domestik dari aliansi sosial (social alliance) anti-rezim; da (3) tekanan internasional yang mendorong pergeseran hegemoni Assad. Dalam konteks ini, interregnum yang dimaknai sebagai fase ketidakpastian, berkontribusi pada transisi kekuasaan Assad dan mendorong perubahan formasi politik di Suriah.
Copyrights © 2025