Peristiwa haji menjadi momentum yang sakral bagi umat Islam dalam meningkatkan spiritualitasnya. Salah satunya yakni momen Haji Wada yang memiliki kemenarikan dibandingkan ibadah haji pada umumnya. Dimana, peristiwa tersebut dimanfaatkan Rasulullah dalam menyampaikan dakwah melalui Khotbahnya di penghujung usia. Beliau hendak menguatkan nilai-nilai Islam dalam diri umatnya, sebelum kepergiannya kelak. Pesan yang diangkat berkaitan dengan ketauhidan, larangan riba, setan sebagai ancaman manusia, dan pesan lainnya. Rasulullah memiliki kedudukan sebagai pemimpin Islam dan memiliki kewenangan untuk berdakwah dengan metode perintah. Namun, beliau justru menerapkan teknik komunikasi persuasi dalam Khotbahnya. Hingga akhirnya dakwah tersebut berhasil menyentuh umat Islam dan bersedia menjalankan ajaran Islam tanpa paksaan. Artikel ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode dokumentasi dari buku Sirah Nabawiyah. Analisa pesan Khotbah Rasulullah menggunakan teori komunikasi persuasi Onong Ucjana Effendy, Gary Cronkhite, dan William S. Howell. Hasil analisis menunjukkan bahwa Nabi Muhammad Saw. menggunakan beberapa teknik komunikasi dakwah persuasi dalam Khotbahnya, yaitu asosiasi, ganjaran, integrasi, koisidental, say it with flowers, transfer, stimulated disinterest, dan don’t ask if, as wich.
Copyrights © 2025