Penelitian ini bertujuan untuk mengkarakterisasi tanah tambang nikel berdasarkan zona gradasi serta menganalisis pengaruh logam mineral (Fe, SiO2. MgO, Al2O3) terhadap Nikel (Ni) pada kedalaman yang berbeda di daerah Towara. Sampel diperoleh dari dua titik bor dengan kedalaman hingga 17 dan 22 meter, kemudian dianalisis berdasarkan kadar air menggunakan metode oven dan kandungan unsur kimia menggunakan X-Ray Fluorescence (XRF). Hasil menunjukkan bahwa kadar air tertinggi berada di zona limonit (36–45%) dan terendah di zona bedrock (2–8%). Distribusi unsur menunjukkan pola khusus, di mana kadar Fe dan Ni tertinggi ditemukan di zona limonit dan saprolit. Analisis statistik menunjukkan korelasi positif antara kadar Fe dan Ni, dengan nilai korelasi kuat (r = 0,68) pada salah satu titik bor. Korelasi ini mendukung hipotesis bahwa Ni dalam zona limonit cenderung teradsorpsi bersama oksida besi (goethit dan hematit), sehingga peningkatan kadar Fe berkaitan langsung dengan peningkatan kadar Ni. Sebaliknya, di zona saprolit, korelasi ini lebih lemah karena keterikatan Ni lebih dominan pada mineral silikat. Temuan ini memberikan kontribusi penting untuk optimasi eksplorasi dan strategi pengolahan tambang nikel laterit.
Copyrights © 2025