Tingginya tingkat turnover pada pembina asrama (musyrif) di sekolah berasrama menjadi isu serius yang dapat mengganggu kesinambungan proses pembinaan karakter peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor penyebab munculnya turnover intention serta alasan yang membuat pembina tetap bertahan. Menggunakan pendekatan kualitatif, data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur dengan pembina asrama, kepala asrama, dan direktur pendidikan di Cahaya Bangsa Boarding School. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor-faktor yang memengaruhi turnover intention mencakup ketidaksesuaian nilai pribadi dengan budaya lembaga, ketidaksesuaian latar belakang pendidikan, ketidakjelasan jenjang karir, beban kerja tinggi, tekanan emosional, dan kondisi keluarga. Di sisi lain, faktor-faktor yang membuat pembina bertahan adalah lingkungan kerja yang positif, dukungan sosial dari rekan kerja, kesempatan pengembangan diri, serta kepuasan spiritual dan moral. Temuan ini menegaskan pentingnya perhatian terhadap kesejahteraan psikologis dan spiritual pembina asrama, serta perlunya sistem karir yang jelas dan lingkungan kerja yang suportif untuk meningkatkan retensi. Penelitian ini merekomendasikan penguatan sistem manajemen SDM berbasis pemberdayaan dan nilai-nilai kebermaknaan dalam konteks pendidikan berasrama.
Copyrights © 2025