Pisang Cavendish (Musa acuminata L.) merupakan varietas unggul yang berperan penting dalam mendukung ketahanan pangan nasional. Pertumbuhan vegetatif menjadi faktor penentu produktivitas buah, yang sangat dipengaruhi oleh ketersediaan unsur hara dan kondisi lahan. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi pengaruh pemberian bahan organik tanpa proses pengomposan, yaitu ampas kemiri dan kotoran sapi segar, serta metode pengendalian gulma terhadap pertumbuhan tanaman pisang Cavendish. Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dua faktor, yaitu jenis pupuk (ampas kemiri, kotoran sapi, Urea+KCl, dan kontrol) serta metode pengendalian gulma (mekanik, herbisida, dan tanpa pengendalian). Parameter yang diamati meliputi jumlah, panjang, dan lebar daun; tinggi dan lingkar batang selama 12 minggu setelah pemupukan (MSP). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian ampas kemiri secara signifikan meningkatkan seluruh parameter pertumbuhan dibanding perlakuan lain. Jumlah dan ukuran daun, serta tinggi dan lingkar batang pada perlakuan ampas kemiri secara konsisten lebih tinggi dibandingkan kotoran sapi segar dan kontrol. Penggunaan herbisida sebagai metode pengendalian gulma memberikan hasil lebih baik dibanding pemangkasan manual. Dengan demikian, ampas kemiri dapat digunakan secara langsung sebagai pupuk organik pada tanaman pisang tanpa melalui proses pengomposan.
Copyrights © 2025