Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk wacana persuasif dalam iklan Skincare The Originote pada unggahan akun TikTok @theoriginote serta implikasinya terhadap pembelajaran Bahasa Indonesia. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kualitatif. Data dikumpulkan melalui analisis isi iklan Skincare The Originote di TikTok. Teknik pengumpulan data meliputi pemilihan iklan, membaca, menyalin, dan merekam teks iklan serta analisis dokumen terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa wacana persuasif dalam iklan Skincare The Originote efektif dalam menarik perhatian dan memengaruhi konsumen. Iklan ini menggunakan berbagai bentuk persuasif berupa berdaya-bujuk, berdaya-ajuk, dan berdaya-imbau untuk meningkatkan minat konsumen. Persentase penggunaan teknik persuasif dalam iklan tersebut adalah sebagai berikut: berdaya-bujuk (imperatif) 40%, berdaya-ajuk (interogatif) 24%, dan berdaya-imbau (deklaratif) 36%. Penelitian ini juga menemukan bahwa wacana persuasif dalam iklan skincare memiliki dampak positif terhadap pembelajaran Bahasa Indonesia, yakni memberikan pemahaman yang lebih baik tentang penggunaan bahasa persuasif dalam konteks komersial atau iklan. Dengan demikian, penelitian ini memberikan kontribusi penting dalam memahami strategi komunikasi persuasif dalam media sosial dan aplikasinya dalam pembelajaran bahasa, terutama dalam meningkatkan keterampilan analisis bahasa dan kritis siswa terhadap konten media sosial.Kata Kunci: Wacana Persuasif, Iklan Skincare, Tiktok.
Copyrights © 2025