Meningkatnya intensitas penggunaan game online di kalangan remaja telah menimbulkan berbagai dampak negatif, seperti gangguan tidur, penurunan konsentrasi, serta gejala emosional yang mengarah pada perilaku adiktif digital. Namun, pemahaman siswa terhadap risiko ini masih tergolong rendah, dan belum tersedia program preventif yang komprehensif di sekolah. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran siswa SMA Negeri 7 Prabumulih terhadap bahaya game online addiction melalui pendekatan psikoedukatif. Metode yang digunakan adalah penyuluhan interaktif selama dua jam pelajaran dengan materi seputar ciri-ciri adiksi, dampaknya, serta strategi pengendalian diri. Hasil observasi dan wawancara menunjukkan peningkatan signifikan dalam aspek kognitif, afektif, dan partisipasi siswa. Mereka mulai memahami risiko adiksi, menunjukkan kesadaran terhadap pentingnya manajemen waktu, serta berkomitmen untuk mengubah kebiasaan digital mereka. Kegiatan ini membuktikan bahwa psikoedukasi merupakan strategi efektif dalam membangun literasi digital dan kontrol diri pada remaja. Kolaborasi dengan pihak sekolah dan keberlanjutan tindak lanjut menjadi kunci dalam mencegah adiksi digital sejak dini.
Copyrights © 2025