Laporan keuangan merupakan hasil akhir dari proses akuntansi yang berperan sebagai acuan penting dalam pengambilan keputusan baik bagi pihak internal maupun eksternal perusahaan. Oleh sebab itu, penyusunannya wajib mengikuti Standar Akuntansi Keuangan yang berlaku. Namun, pada praktiknya masih ada perusahaan yang belum menyajikan laporan keuangan secara transparan dan bahkan berpotensi mengandung kecurangan. Berdasarkan laporan ACFE (2024), meskipun kasus kecurangan laporan keuangan memiliki frekuensi terendah dibandingkan jenis fraud lainnya, kerugian yang ditimbulkan justru paling besar. Penelitian ini bertujuan untuk menelaah faktor-faktor yang memengaruhi financial statement fraud dengan pendekatan fraud hexagon theory pada perusahaan manufaktur subsektor makanan dan minuman yang tercatat di BEI periode 2019–2023. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan memanfaatkan data sekunder berupa laporan keuangan serta laporan tahunan, yang dianalisis menggunakan regresi logistik dengan bantuan SPSS versi 20. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa variabel financial stability, nature of industry, dan total accrual to total asset berpengaruh positif signifikan, sedangkan variabel lain tidak menunjukkan pengaruh. Secara keseluruhan, seluruh variabel terbukti memiliki keterkaitan terhadap kemungkinan terjadinya financial statement fraud.
Copyrights © 2025