Kesehatan mental dan kekerasan berbasis gender menjadi tantangan serius bagi perempuan di komunitas pertanian karena keterbatasan akses terhadap informasi, layanan kesehatan mental, perlindungan hukum, stigma dan budaya patriarki. Situasi itu diperburuk dengan tekanan ekonomi akibat iklim ekstrim. Pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan literasi kesehatan mental serta upaya preventif kekerasan terhadap perempuan di Kelompok Tani Wanita Anggrek melalui participatory co-design approach; penyuluhan, diskusi kelompok terfokus, kolaborasi dengan instansi terkait dan akademisi. Program ini berhasil mendorong peningkatan pemahaman terkait kesehatan mental, kekerasan terhadap perempuan, semangat partisipatif menjadi agen perubahan dengan slogan women support women, dan terbangunnya ruang pengetahuan baru terkait regulasi nasional. Melalui sesi berbagi pengalaman dan pemutaran video, kegiatan ini memperkuat ketahanan perempuan menghadapi ragam kerentanannya. Kontribusi pengabdian ini terhadap SDGs 3, 5, dan 10 tercermin dalam penguatan kapasitas perempuan dan rekomendasi pengembangan edukasi berbasis komunitas sebagai strategi berkelanjutan bagi penciptaan lingkungan sosial yang ‘sehat’ dan inklusif bagi perempuan
Copyrights © 2025