Dalam budaya patriarki, kaum perempuan memiliki posisi yang rendah dibandingkan kaum laki-laki karena dianggap sebagai kaum yang lemah. Namun, ada kaum perempuan yang berusaha keluar dari posisi tersebut dengan menunjukkan sisi kemandirian mereka. Novel Warisan karya Kembang Manggis menunjukkan perjuangan tokoh-tokoh perempuan tersebut. Dalam melakukan penelitian, metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Teori dan konsep yang digunakan adalah teori feminisme eksistensialis dan konsep budaya patriarki. Data yang digunakan adalah novel Warisan karya Kembang Manggis dengan berfokus pada unsur intrinsik berupa tokoh dan penokohan, alur, dan latar, serta buku-buku dan artikel-artikel yang berkaitan dengan penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tokoh Indi, Wawa, dan Maya memiliki sikap mandiri berupa kebebasan bekerja di ruang publik, kemampuan untuk membela diri, dan keberanian dalam menghadapi tantangan sosial. Namun, mereka memiliki ambivalensi terhadap sikap mandiri tersebut, seperti kebutuhan untuk dilindungi, kekhawatiran terhadap tuntutan pernikahan, dan ketergantungan terhadap status ekonomi laki-laki.
Copyrights © 2025