This research examines the development of a relational theology model that addresses mental health challenges in the digital and post-truth era. Through a practical theology approach and phenomenological analysis, this article argues that Christian digital communities can serve as effective therapeutic spaces for building mental wholeness. Research findings suggest that Trinity-centered relational theology 4.0 can offer a robust epistemological foundation to counteract mental fragmentation resulting from disinformation and digital isolation. The proposed model integrates principles of digital pastoral care, virtual ecclesiology, and contextual hermeneutics to create communities that support their members' mental health. This research contributes to the development of contemporary practical theology relevant to digital reality, providing constructive alternatives to destructive post-truth narratives. Abstrak Penelitian ini mengeksplorasi pengembangan model teologi relasional yang responsif terhadap tantangan kesehatan mental di era digital dan post-truth. Melalui pendekatan teologi praktis dan analisis fenomenologis, artikel ini mengargumentasikan bahwa komunitas digital Kristiani dapat menjadi ruang terapeutik yang efektif untuk membangun keutuhan mental. Temuan penelitian menunjukkan bahwa teologi relasional 4.0 yang berpusat pada Trinitas dapat memberikan fondasi epistemologis yang kokoh untuk melawan fragmentasi mental akibat disinformasi dan isolasi digital. Model yang diusulkan mengintegrasikan prinsip-prinsip pastoral care digital, eklesiologi virtual, dan hermeneutika kontekstual untuk menciptakan komunitas yang mampu menopang kesehatan mental anggotanya. Penelitian ini berkontribusi pada pengembangan teologi praktis kontemporer yang relevan dengan realitas digital dan memberikan alternatif konstruktif terhadap narasi post-truth yang destruktif.
Copyrights © 2025