Memiliki anak dengan keterbatasan mental merupakan salah satu bentuk keadaan yang dapat memberikan kondisi yang sulit pada keluarga sehingga dapat mengganggu family resilience dalam keluarga tersebut. Family resilience dapat ditingkatkan dengan cara meningkatkan positive emotion salah satu anggota keluarga. Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan emosi positif yang dapat membantu untuk meningkatkan family resilience. Penelitian ini melibatkan lima belas ibu yang memiliki anak dengan down syndrome pada komunitas ‘X’ di Bandung dengan quasi experimental design dengan jenis non equivalent control group design (two group) , dengan jenis intervensi training dimana sepuluh (10) ibu yang terlibat merupakan kelompok eksperimental dan lima (5) ibu lainnya termasuk dalam kelompok kontrol. Alat tes yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner emosi positif dari Barbara Frederickson dan kuesioner family resilience dari Walsh. Berdasarkan training yang telah diberikan kepada ibu yang memiliki anak down syndrome di komunitas ‘X’ di Bandung dapat dilihat bahwa family resilience yang dimiliki ibu yang memiliki anak down syndrome di komunitas ‘X’ di Bandung tidak meningkat setelah diberikan intervensi yang meningkatkan emosi positifnya. Saran untuk penelitian selanjutnya adalah dengan cara melibatkan tugas-tugas intervensi yang diberikan agar dikaitkan dengan family resilience dan memerhatikan kondisi ekonomi dari peserta yang teribat.
Copyrights © 2025