Perkembangan genre game Multiplayer Online Battle Arena (MOBA) telah memunculkan dinamika sosial baru, termasuk meningkatnya fenomena perilaku toxic di kalangan pemain. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh motives, victimization, attitude, dan toxic disinhibition terhadap perilaku toxic dalam game MOBA, khususnya di komunitas gamer Batam. Data diperoleh dari 415 responden melalui kuesioner daring dan dianalisis menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan Structural Equation Modeling (SEM). Hasil menunjukkan bahwa keempat variabel tersebut berpengaruh signifikan terhadap perilaku toxic, dengan attitude sebagai faktor paling dominan. Temuan ini mengindikasikan bahwa perilaku toxic tidak hanya dipicu oleh pengalaman atau anonimitas, tetapi juga oleh sikap dan motivasi internal pemain. Penelitian ini memberikan dasar penting bagi upaya preventif dalam membangun ekosistem game yang lebih sehat dan kolaboratif.
Copyrights © 2025