Implementasi Kurikulum Merdeka di tingkat sekolah dasar menghadapi tantangan signifikan, terutama kesenjangan antara tujuan ideal untuk pembelajaran mendalam (deep learning) dan realitas praktik di kelas yang masih konvensional. Penelitian ini berfokus pada pengembangan dan validasi media pembelajaran berbasis Scratch yang dinamakan SCRADECT (SCRatch for Advancing DEep learning and Computational Thinking) sebagai solusi inovatif untuk mengatasi masalah tersebut. Menggunakan metode Penelitian dan Pengembangan (Research and Development) dengan model Borg & Gall yang diadaptasi hingga delapan tahap, produk dikembangkan untuk siswa kelas V di SD Negeri 1 Selojari. Subjek penelitian terdiri dari 25 siswa. Pengumpulan data menggunakan angket validasi ahli, angket praktikalitas guru dan siswa, serta tes kemampuan berpikir komputasional (pre-test dan post-test). Hasil penelitian menunjukkan bahwa media SCRADECT memiliki tingkat validitas yang sangat tinggi, dengan skor rata-rata 92% dari ahli materi dan 90% dari ahli media. Uji praktikalitas juga menunjukkan kategori sangat praktis, dengan skor 91% dari guru dan 94% dari siswa. Uji efektivitas menunjukkan peningkatan signifikan pada kemampuan berpikir komputasional siswa, dengan nilai rata-rata post-test (82,8) lebih tinggi dari pre-test (55,4), dan hasil uji-t menunjukkan signifikansi (p<0.001). Nilai N-Gain sebesar 0,61 mengindikasikan efektivitas produk dalam kategori sedang. Disimpulkan bahwa SCRADECT merupakan media yang valid, praktis, dan efektif untuk mendukung implementasi Kurikulum Merdeka dengan memfasilitasi deep learning dan berpikir komputasional.
Copyrights © 2025