Kota memiliki tingkat pertumbuhan wilayah lebih tinggi dibandingkan dengan wilayah di sekitarnya. Perkembangan ini dapat memicu pertumbungan jumlah bangunan. Kota Padang mengalami pertumbuhan penduduk yang signifikan. Hal ini berdampak pada permintaan lahan dan layanan infrastruktur perkotaan. Kota Padang adalah wilayah yang sangat rentan terhadap banjir yang salah satu penyebabnya adalah kebutuhan lahan terkait pertambahan penduduk, hal ini mengurangi kemungkinan serapan air ke dalam tanah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perkembangan area terbangun di Kota Padang. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu deskriptif kuantitatif, menggunakan data landsat 8 tahun 2014 dan tahun 2024. Normalized Difference Built-up Index (NDBI) digunakan untuk menganalisis indeks kerapatan bangunan. Area terbangun rapat dan sangat rapat mengalami peningkatan yang signifikan sebesar 113.33 persen dan 132.07 persen. Mayoritas area terbangun berada ke arah Barat yang merupakan daerah pesisir yaitu Padang Barat dan Padang Utara. Di Kecamatan Nanggalo Area terbangun mayoritas merupakan area terbangun kurang rapat. Area terbangun di Kecamatan Padang Selatan dan Lubuk Begalung yang mengalami peningkatan paling tinggi adalah area terbangun rapat, Area terbangun di Kecamatan Kuranji dan Kecamatan Koto Tangah yang mengalami peningkatan paling tinggi adalah area terbangun sangat rapat.
Copyrights © 2025