Pada tahap perkembangan emerging adulthood, individu cenderung mengalami kerentanan terhadap quarter life crisis yang dipicu oleh dinamika pencarian jati diri, ketidakjelasan tujuan hidup, serta tekanan sosial yang menyertainya. Fokus utama studi ini adalah mengungkap kontribusi dukungan sosial dan kecerdasan emosional terhadap quarter life crisis pada emerging adulthood di Karawang. Studi ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan mengaplikasikan analisis regresi linear berganda guna menguji keterkaitan antara variabel yang menjadi fokus penelitian. Penelitian ini melibatkan 208 partisipan yang berada pada tahap emerging adulthood, berusia antara 18 hingga 25 tahun, dan bertempat tinggal di Karawang dengan teknik samplingyaitu convenience sampling dan rumus Cohen sebagai acuan jumlah minimal sampel. Instrumen penelitian yang diterapkan adalah Quarter Life Crisis Scale, Multidimensional Scale of Perceived Social Support dan Wong and Law Emotional Intelligence Scale. Hasil menunjukkan bahwa dukungan sosial dan kecerdasan emosional berpengaruh secara negatif signifikan terhadap quarter life crisis. Kedua variabel ini memiliki kontribusi sebesar 70,5% (dukungan sosial sebesar 40,1%, kecerdasan emosional sebesar 30,4%). Dukungan sosial yang memadai dan kecerdasan emosional yang tinggi berperan sebagai faktor pelindung signifikan yang membantu individu pada fase emerging adulthoodmenghadapi tekanan, mengelola emosi, serta mengurangi risiko quarter life crisis.
Copyrights © 2025