Setiap tahunnya, jalan raya menjadi lokasi terjadinya kecelakaan yang mengakibatkan hilangnya nyawa sekitar 1,19 juta orang secara global. Kecelakaan tersebut menimbulkan konsekuensi serius, seperti cedera fisik hingga kematian. Pengguna kendaraan sepeda motor punyai risiko yang lebih tinggi dialaminya cedera serius dalam kecelakaan lalu lintas karena kurangnya perlindungan fisik dibandingkan pengguna kendaraan mobil. Salah satu upaya preventif dalam mengurangi dampak kecelakaan adalah penggunaan APD berkendara. Metode kuantitatif dengan desain cross-sectional digunakan dalam pelaksanaan penelitian ini yang dijalankan selama periode Agustus sampai Oktober 2024 dan memiliki sampel 100 yang berasal dari mahasiswa yang terdaftar pada Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan di Universitas Muhammadiyah Surakarta yang dipilih melalui teknik sampling kuota. Sejumlah 51% pengetahuan baik, sejumlah 64% sikap baik, lalu ada 37% responden yang pernah mengalami kejadian kecelakaan, dan terdapat 26% responden yang patuh terhadap aturan berkendara. Terdapat hubungan signifikan yang mana sikap terbukti berpengaruh terhadap kepatuhan dalam memakai APD (p=0,044), sementara bagian variabel pengetahuan (p=1,000) serta variabel pengalaman kecelakaan (p=0,214) tidak menunjukkan kaitannya terhadap penggunaan APD. Tiada kaitanantara variabel pengetahuan dan kejadian kecelakaan dengan kepatuhan memakai APD berkendara motor. Disisi lain, sikap mempunyai kaitan dengan kepatuhan memakai APD menunjukkan bahwa variabel ini menunjukkan nilai yang signifikan dalam statistik. Saran yang bisa dilakukan yaitu dengan adanya penindakan tegas dari pihak berwajib terhadap mahasiswa dan pengendara yang kurang patuh dalam penggunaan APD berkendara agar lebih patuh dalam penggunaan APD berkendara kapanpun dan dimanapun.
Copyrights © 2025