Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Safety Motivation sebagai Determinan dari Safety Performance Pekerja PT X Sidoarjo Sheena Ramadhia Asmara Dhani; Indriati Paskarini; Sahrir Sillehu
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 13, No 3 (2022): Juli 2022
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf.v13i3.2352

Abstract

Occupational Health and Safety (K3) is one of the requirements to increase employee productivity. This study aims to determine the effect of safety motivation and safety knowledge on the safety performance of PT X Sidoarjo workers. In the production process this company needs to perform maintenance on machines and production equipment. This study involved 60 workers who were selected by simple random sampling technique. The collected data were analyzed using multiple linear regression. The results showed that safety motivation had a positive effect on safety performance (p = 0.000), while safety knowledge had no effect on safety performance (p = 0.588). It can be concluded that safety motivation is a determinant of the safety performance of workers at PT X Sidoarjo.Keywords: safety motivation; safety performance; productivityABSTRAK Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) merupakan salah satu persyaratan untuk meningkatkan produktivitas karyawan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh safety motivation dan safety knowledge terhadap safety performance pekerja PT X Sidoarjo. Dalam proses produksi perusahaan ini perlu melakukan maintenance mesin dan peralatan produksi. Penelitian ini melibatkan 60 pekerja yang dipilih dengan teknik simple random sampling. Data yang telah terkumpul dianalisis menggunakan multiple linear regression. Hasil penelitian menunjukkan bahwa safety motivation berpengaruh positif terhadap safety performance (p = 0,000), sedangkan safety knowledge tidak berpengaruh terhadap safety performance (p = 0,588). Dapat disimpulkan bahwa safety motivation merupakan determinan dari safety performance pekerja di PT X Sidoarjo.Kata kunci: safety motivation; safety performance; produktivitas
Analisis Tingkat Kebisingan Aktivitas Stone Crusher Pada Tambang Indonesia Growth Project (IGP) Morowali : Analysis of Noise Levels from Stone Crusher Activities at The Indonesia Growth Project (IGP) Mine in Morowali Dhani, Sheena Ramadhia Asmara; Sunardi
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 8 No. 6: Juni 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v8i6.7840

Abstract

Indonesia Growth Project (IGP) Morowali merupakan proyek penambangan dan pengolahan nikelterintegrasi. Pelaksanaan kegiatan penambangan terletak di lokasi workshop stone crusher menghasilkan kebisingan yang sangat tinggi sehingga pekerja di bagian stone crusher terpapar kebisingan setiap harinya. Oleh karena itu diperlukan kajian untuk menganalisis kebisingan yang bertujuan untuk mengtahui tingkat kebisingan. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif. Dalam penelitian ini pengambilan data kebisingan dilaksanakan selama 1 tahun menggunakan alat Sound Level Meter dengan metode berdasarkan Kepmen-LH No.48 Tahun 1996. Dari hasil pengukuran kebisingan tertinggi diketahui rata-rata 95,07 dB pada bulan Agustus sedangkan kebisingan terendah dengan rata-rata 85,07 dB pada bulan November. Intensitas kebisingan yang terjadi pada area mesin crusher cukup tinggi, maka penggunaan APD jenis sumbat telinga (ear plug) disarankan bagi pekerja sekitar area mesin crusher mengingat pekerja mengalami paparan kebisingan tinggi selama bekerja.Kata kunci: kebisingan, stone crusher
School Heroes sebagai Program Pemberdayaan Kesehatan Siswa SMP Muhammadiyah 1 Wonosobo dengan Simulasi P3K Umaroh, Ayu Khoirotul; Dhani, Sheena Ramadhia Asmara; Oktaviana, Wita; Kusumaningtyas, Bethari Mukti; Sintia Dewi, Radi Tia; Pratama, Muhammad Raditya Arva; Hanifah, Endah Nur
Jurnal SOLMA Vol. 14 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka (UHAMKA Press)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/solma.v14i2.19070

Abstract

Background: Pengetahuan dan keterampilan pertolongan pertama bukan hanya relevan di kalangan tenaga medis, tetapi penting untuk dimiliki oleh komunitas sekolah, termasuk siswa itu sendiri. Metode: Pengabdian masyarakat yang dilakukan berbasis ceramah, diskusi, pelatihan dan simulasi interaktif. Materi yang dipelajari yakni tersedak, mimisan, pingsan, terbakar ringan, dan patah tulang. Program pelatihan P3K ini dinamakan sebagai School Heroes yang memiliki makna bahwa siswa-siswi di sekolah harus bisa menjadi pahlawan di sekolahnya. Hasil: Hasil Pelatihan P3K berhasil meningkatkan pengetahuan peserta dimana skor pengetahuan meningkat 60% dan skor sempurna (10) meningkat dari 7 orang menjadi 17 orang. Oleh karena itu, pelatihan P3K perlu secara periodik dilakukan untuk membantu siswa-siswi terbiasa, terampil dan percaya diri dalam memberikan pertolongan pertama. Kesimpulan: Program School Heroes Pelatihan P3K telah berhasil memberikan siswa-siswi pengalaman nyata dalam mengatasi kondisi darurat.
FAKTOR-FAKTOR KEPATUHAN PENGGUNAAN ALAT PELINDUNG DIRI SAAT BERKENDARA MOTOR BAGI MAHASISWA FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA Zhafira, Salma; Dhani, Sheena Ramadhia Asmara
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 2 (2025): AGUSTUS 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i2.48994

Abstract

Setiap tahunnya, jalan raya menjadi lokasi terjadinya kecelakaan yang mengakibatkan hilangnya nyawa sekitar 1,19 juta orang secara global. Kecelakaan tersebut menimbulkan konsekuensi serius, seperti cedera fisik hingga kematian. Pengguna kendaraan sepeda motor punyai risiko yang lebih tinggi dialaminya cedera serius dalam kecelakaan lalu lintas karena kurangnya perlindungan fisik dibandingkan pengguna kendaraan mobil. Salah satu upaya preventif dalam mengurangi dampak kecelakaan adalah penggunaan APD berkendara. Metode kuantitatif dengan desain cross-sectional digunakan dalam pelaksanaan penelitian ini yang dijalankan selama periode Agustus sampai Oktober 2024 dan memiliki sampel 100 yang berasal dari mahasiswa yang terdaftar pada Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan di Universitas Muhammadiyah Surakarta yang dipilih melalui teknik sampling kuota. Sejumlah 51% pengetahuan baik, sejumlah 64% sikap baik, lalu ada 37% responden yang pernah mengalami kejadian kecelakaan, dan terdapat 26% responden yang patuh terhadap aturan berkendara. Terdapat hubungan signifikan yang mana sikap terbukti berpengaruh terhadap kepatuhan dalam memakai APD (p=0,044), sementara bagian variabel pengetahuan (p=1,000) serta variabel pengalaman kecelakaan (p=0,214) tidak menunjukkan kaitannya terhadap penggunaan APD. Tiada kaitanantara variabel pengetahuan dan kejadian kecelakaan dengan kepatuhan memakai APD berkendara motor. Disisi lain, sikap mempunyai kaitan dengan kepatuhan memakai APD menunjukkan bahwa variabel ini menunjukkan nilai yang signifikan dalam statistik. Saran yang bisa dilakukan yaitu dengan adanya penindakan tegas dari pihak berwajib terhadap mahasiswa dan pengendara yang kurang patuh dalam penggunaan APD berkendara agar lebih patuh dalam penggunaan APD berkendara kapanpun dan dimanapun.
PENGUATAN KETAHANAN KELUARGA MELALUI PROGRAM KELUARGA BAKOH (BAHAGIA, KOKOH, DAN SEHAT) Andrianie, Prilya Shanty; Habiby, Wahdan Najib; Inayati, Nurul Latifatul; Tolibin, Restu Triwulandani; Dhani, Sheena Ramadhia Asmara; Salsabila , Hasna; Hernanda, Shakira Amarillis; Suryono, Yusuf Ade
Jurnal Pengabdian Masyarakat Medika Vol 5. No. 2, September 2025
Publisher : Universitas Muhamamdiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/jpmmedika.v5i2.9085

Abstract

ABSTRAK Permasalahan menurut mitra yang didapat dari kepala Puskesmas Colomadu II, kasus pernikahan dini dan kehamilan di luar nikah cukup tinggi. Tahun 2023 terdapat 11 kasus hamil di luar nikah yang dilaporkan dan diperkirakan masih banyak kasus serupa namun tidak dilaporkan. Solusi yang diberikan dalam pengabdian ini adalah kegiatan Penguatan Ketangguhan Keluarga Melalui Program Keluarga Bakoh (Bahagia, Kokoh, Dan Sehat): Perspektif Agama, Kesehatan, Psikologis, dan Pendidikan yang akan dilakukan bersama mitra yaitu Puskesmas Colomadu II. Program Keluarga BAKOH ini mengintegrasikan psikoedukasi dan juga pelatihan dari berbagai perspektif yaitu Agama, Medis/Kesehatan, Psikologi, dan Pendidikan. Bentuk program yang akan diberikan antara lain: psikoedukasi pra nikah bagi kader remaja, edukasi kesehatan reproduksi bagi kader remaja, psikoedukasi membangun ketangguhan keluarga: perspektif agama, kesehatan, psikologis, dan pendidikan. Metode kegiatan yang dilakukan berupa psikoedukasi kesehatan reproduksi remaja, psikoedukasi ketahanan remaja, pemberian pelatihan menjaga kesehatan mental remaja, dan konseling. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa peningkatan pemahaman informasi para kader meningkat, 68,9% peserta merasa sangat puas dengan fasilitas yang diberikan dan 26,7% merasa puas. Kemudian terkait dengan materi yang diberikan, 75,6% peserta merasa sangat puas dan menilai materi yang diberikan sangat menarik, sementara 24,4% lainnya menilai materinya menarik. Kualitas narasumber pun dinilai oleh 88,9% peserta sangat kompeten dan 11,1% kompeten. Sehingga secara umum, seluruh peserta merasa puas dan sangat puas dengan kegiatan pengabdian Program Keluarga BAKOH.   ABSTRACT Issues identified by partners, particularly the Head of Puskesmas Colomadu II, reveal a significant prevalence of early marriage and premarital pregnancies. In 2023, there were 11 reported cases of premarital pregnancies, with many similar cases likely remaining unreported. The solution in this community service initiative is the implementation of the Family Resilience Strengthening Program through the BAKOH (Happy, Strong, and Healthy) approach, involving perspectives from religion, health, psychology, and education. This program carried out in collaboration with Puskesmas Colomadu II. The BAKOH Family Program integrates psychoeducation and training from various perspectives: religious, medical/health, psychological, and educational. The program activities include Pre-Marriage Psychoeducation for Adolescent Peer Educators, Reproductive Health Training for Adolescent Peer Educators, and Psychoeducation on Building Family Resilience: Perspectives from Religion, Health, Psychology, and Education. The methods utilized encompass reproductive health psychoeducation for adolescents, psychoeducation on adolescent resilience, mental health training for adolescents, and counseling services. Evaluation results indicate a significant improvement in participants' understanding, with 68.9% expressing high satisfaction with the provided facilities and 26.7% reporting satisfaction. Regarding the materials presented, 75.6% of participants rated them as highly satisfying and very engaging, while 24.4% found them engaging. Additionally, 88.9% of participants assessed the quality of the facilitators as highly competent, while 11.1% rated them as competent. Overall, all participants reported feeling satisfied or very satisfied with the activities conducted under the BAKOH Family Program.
Analisis Tingkat Kebisingan Aktivitas Stone Crusher Pada Tambang Indonesia Growth Project (IGP) Morowali Dhani, Sheena Ramadhia Asmara; Sunardi, Sunardi
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Berkala (JIKeMB) Vol 7 No 1 (2025): MAY 2025
Publisher : Universitas Veteran Bangun Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The Indonesia Growth Project (IGP) Morowali is an integrated nickel mining and processing project. The mining activities are carried out at the stone crusher workshop location, which generates very high noise levels, exposing workers in the stone crusher section to noise daily. Therefore, a study is needed to analyze the noise levels to determine their intensity. This research is descriptive study.. Noise data collection was conducted over a year using a Sound Level Meter, following the method outlined in Kepmen-LH No. 48 of 1996. The highest measured noise level was an average of 95.07 dB in August, while the lowest noise level was an average of 85.07 dB in November. The noise intensity in the crusher machine area is quite high, making the use of personal protective equipment (PPE), such as earplugs, recommended for workers around the crusher machine area, considering their exposure to high noise levels during work. Keywords: noise level, stone crusher
Self-Care is Associated with Quality of Life in Chronic Kidney Disease Undergoing Hemodialysis Self-Care Dihubungkan dengan Kualitas Hidup pada Penyakit Ginjal Kronik yang Menjalani Hemodialisis Rosyid, Fahrun Nur; Sugiharto, Sh; Dhani, Sheena Ramadhia Asmara; Vera, Lenia Septika; Safitri, Lisa Novia
Jurnal Aisyah : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 10, No 1 (2025): March
Publisher : Universitas Aisyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30604/jika.v10i1.3073

Abstract

ABSTRACT Chronic Kidney Disease (CKD) significantly affects the quality of life of patients, often due to limitations in their ability to care for themselves. Effective self-care is crucial in managing CKD, as it directly affects daily routines and overall well-being. The aim of this study is to assess the relationship between self-care and the quality of life of CKD patients undergoing hemodialysis treatment. A quantitative, cross-sectional approach was used, involving 91 participants selected through accidental sampling. Data were collected using the "Chronic Kidney Disease Self-Care Index" and the "WHOQOL-BREF" questionnaire to evaluate self-care and quality of life. Chi-Square analysis at p 0.05 revealed a significant correlation between self-care and quality of life (p = 0.001). The study results indicate that 1.1% of participants are fully dependent on self-care, 61.5% are partially dependent, and 37.4% are independent. Specifically, all independent participants reported a good quality of life, while no participants were fully dependent. These findings underscore the importance of promoting self-care practices among CKD patients to improve their quality of life. Healthcare professionals are encouraged to provide support, motivation, and targeted guidance to foster self-care behaviors in this population. ABSTRAK Penyakit Ginjal Kronis (PGK) secara signifikan memengaruhi kualitas hidup pasien, sering kali karena keterbatasan kemampuan merawat diri sendiri. Perawatan diri yang efektif sangat penting dalam mengelola PGK, karena secara langsung memengaruhi rutinitas harian dan kesejahteraan secara keseluruhan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menilai hubungan perawatan diri dengan kualitas hidup pasien PGK yang menjalani perawatan hemodialisis. Pendekatan kuantitatif, cross-sectional digunakan, yang melibatkan 91 peserta yang dipilih melalui metode accidental sampling. Data dikumpulkan menggunakan "Indeks Perawatan Diri Pasien Ginjal Kronis" dan survei "WHOQOL-BREF" untuk mengevaluasi perawatan diri dan kualitas hidup. Analisis Chi-Square pada p 0,05 mengungkapkan korelasi yang signifikan antara perawatan diri dan kualitas hidup (p = 0,001). Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1,1% peserta sepenuhnya bergantung pada perawatan diri, 61,5% sebagian bergantung, dan 37,4% mandiri. Khususnya, semua peserta mandiri melaporkan kualitas hidup yang baik, sementara tidak ada peserta yang sepenuhnya bergantung. Temuan ini menggarisbawahi pentingnya mempromosikan praktik perawatan diri di antara pasien CKD untuk meningkatkan kualitas hidup mereka. Para profesional perawatan kesehatan didorong untuk memberikan dukungan, motivasi, dan bimbingan yang terarah untuk menumbuhkan perilaku perawatan diri pada populasi ini.