Tujuan dilakukannya studi ini adalah menguji beberapa faktor yang mempengaruhi kualitas laporan keuangan diantaranya belanja modal, ukuran pemerintah, kemandirian daerah, status administratif, pengalaman kepala daerah, serta tingkat kapabilitas APIP terhadap kualitas laporan keuangan pada lingkup pemerintah daerah di wilayah Provinsi Jawa Tengah. Opini hasil pemeriksaan audit yang diterbitkan oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) digunakan sebagai indikator dalam menilai kualitas laporan keuangan. Model analisis data yang digunakan yaitu regresi logistik biner dengan sistem data panel. Teknik sampel jenuh digunakan dalam penelitian ini terdiri dari 6 pemerintah kota dan 29 pemerintah kabupaten di Provinsi Jawa Tengah selama tahun 2015 s.d. 2023, dengan total 308 observasi. Hasil pengujian menunjukkan pengaruh positif dan signifikan pada belanja modal dan kapabilitas APIP terhadap kualitas laporan keuangan. Sementara itu, ukuran pemerintah daerah, kemandirian daerah, status administratif, dan pengalaman kepala daerah tidak berpengaruh signifikan. Temuan ini menegaskan pentingnya penguatan kapasitas fiskal, kelembagaan pengawasan internal, serta skala pemerintahan dalam meningkatkan akuntabilitas pelaporan keuangan pemerintah daerah. Implikasi teoritis dari penelitian ini diharapkan mampu berkontribusi dalam memperluas kajian literatur akuntansi sektor publik, serta implikasi praktis yang dapat mendukung upaya penguatan tata kelola keuangan pemerintah daerah.
Copyrights © 2025