Kesehatan reproduksi ibu hamil sering dipengaruhi oleh risiko kekerasan dalam rumah tangga, yang dapat berdampak buruk terhadap ibu dan janin. Pencegahan dan edukasi menjadi strategi penting, terutama dengan mengintegrasikan perspektif kesehatan ibu-anak dan forensik keperawatan. Kegiatan pengabdian masyarakat dilaksanakan pada 18 April 2025 di Aula Kecamatan Wonomulyo, Kabupaten Polewali Mandar. Sebanyak 50 peserta (ibu hamil, suami, dan keluarga) mengikuti penyuluhan dengan metode ceramah interaktif, diskusi, studi kasus, dan pembagian leaflet edukasi. Peserta menunjukkan antusiasme tinggi dan peningkatan pemahaman terkait kesehatan reproduksi, tanda bahaya kehamilan, serta dampak kekerasan terhadap ibu dan janin. Diskusi interaktif memperlihatkan kesadaran baru tentang pentingnya peran suami dan keluarga dalam pencegahan kekerasan, serta pemahaman jalur rujukan hukum dan kesehatan. Kegiatan ini selaras dengan bukti global yang merekomendasikan skrining kekerasan dalam kehamilan dan keterlibatan keluarga dalam intervensi. Integrasi aspek forensik keperawatan memperkuat kesiapsiagaan keluarga, sementara dukungan kebijakan daerah memperbesar peluang replikasi program. Penyuluhan efektif meningkatkan literasi kesehatan reproduksi dan kapasitas keluarga, serta dapat menjadi model intervensi komunitas berkelanjutan di Sulawesi Barat.
Copyrights © 2025