Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh gaya penulisan terhadap terbentuknya kesalahan paradigma pembaca dengan fokus pada caption postingan instagram yang berjudul “Dampak Efisiensi Anggaran: Penerima KIP-K Terancam Putus Kuliah.” Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dan metode Analisis Wacana Kritis (AWK). Penelitian ini menelaah struktur narasi, pilihan diksi, serta gaya bahasa yang digunakan dalam artikel tersebut. Data diperoleh melalui analisis isi teks postingan dan hasil penelitian ini menunjukkan bahwa gaya penulisan yang emosional dan tidak proporsional, seperti penggunaan diksi berkonotasi negatif dan penekanan pada aspek krisis, menyebabkan pembaca membentuk asumsi yang keliru terhadap kebijakan efisiensi anggaran pemerintah, khususnya terkait program KIP-K. Hal ini diperparah oleh rendahnya literasi media sebagian pembaca, yang cenderung menerima informasi tanpa telaah kritis. Penelitian ini menegaskan pentingnya gaya penulisan yang objektif dan transparan dalam penyampaian isu-isu kebijakan publik untuk menghindari kesalahan interpretasi dan disinformasi di ruang publik. Kata Kunci : Gaya Penulisan, Paradigma, KIPK.
Copyrights © 2025