Perkembangan kecerdasan buatan telah membawa perubahan besar terhadap cara manusia memahami realitas, termasuk dalam dimensi keagamaan. Akidah Islamiyah sebagai fondasi keimanan menghadapi tantangan baru dari narasi algoritmik yang berpotensi menggeser otoritas keagamaan dan memengaruhi persepsi tentang ketuhanan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana akidah Islam berinteraksi dengan fenomena kecerdasan buatan, mengkaji implikasi teologis dari tafsir berbasis algoritma, serta menelaah relevansi prinsip tauhid dalam menjaga kemurnian iman di tengah digitalisasi spiritualitas. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif deskriptif berbasis kajian pustaka dengan menelusuri literatur klasik dan modern tentang teologi Islam, filsafat pengetahuan, serta etika teknologi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa akidah memiliki peran strategis dalam menuntun umat agar memahami kecerdasan buatan secara teologis dan etis, sehingga teknologi tidak menggeser kesadaran iman, tetapi memperluas refleksi spiritual terhadap kebesaran Allah SWT. Implikasi penelitian ini menegaskan pentingnya integrasi nilai tauhid dalam pengembangan teknologi modern agar kemajuan peradaban tetap berpihak pada kemanusiaan dan ketundukan kepada Tuhan
Copyrights © 2025