Pesatnya perkembangan e-commerce di era digital telah meningkatkan kecenderungan perilaku pembelian impulsif, khususnya pada Generasi Z yang merupakan digital natives. Penelitian ini bertujuan untuk menguji peran regulasi emosi sebagai prediktor perilaku pembelian impulsif pada konsumen Generasi Z di Kota Yogyakarta. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain regresi linier sederhana. Sampel berjumlah 100 mahasiswa pengguna Shopee yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Instrumen yang digunakan adalah Difficulties in Emotion Regulation Scale (DERS-16) untuk mengukur regulasi emosi dan Impulsive Buying Tendency Scale (IBTS) untuk mengukur perilaku pembelian impulsif. Hasil analisis menunjukkan bahwa regulasi emosi berpengaruh positif dan signifikan terhadap perilaku pembelian impulsif (β = 0,183; p = 0,001), dengan nilai koefisien determinasi sebesar 10,3% (R² = 0,103). Artinya, semakin baik kemampuan individu dalam mengatur emosi, semakin tinggi kecenderungan untuk melakukan pembelian impulsif. Meskipun kontribusinya relatif kecil, regulasi emosi tetap merupakan faktor signifikan yang memengaruhi perilaku pembelian impulsif pada Generasi Z. Temuan ini diharapkan dapat menjadi acuan bagi pengembangan strategi regulasi emosi untuk mengurangi perilaku konsumtif yang tidak terkontrol.
Copyrights © 2025