Abstract: Penelitian ini menganalisis variasi temporal magnitude of completeness (Mc) dan b-value di wilayah Bali–Nusa Tenggara selama periode 2017–2023. Estimasi Mc dilakukan menggunakan metode Maximum Curvature (MAXC), sedangkan b-value dihitung dengan pendekatan Maximum Likelihood Estimation (MLE). Hasil menunjukkan bahwa nilai Mc dan b-value berfluktuasi dari tahun ke tahun, seiring dengan peningkatan jumlah dan distribusi sensor seismik. Nilai Mc cenderung menurun setelah 2019, menunjukkan peningkatan sensitivitas sistem pemantauan. Sementara itu, variasi b-value mencerminkan perubahan kondisi tegangan di kerak bumi. Temuan ini diharapkan berkontribusi pada pengembangan model bahaya gempa bumi dan strategi mitigasi di wilayah Bali – Nusa Tenggara kedepannya. Keywords: Mc, b-value, Bali-Nusa Tenggara, MAXC, MLE, gempabumi
Copyrights © 2025