Credentialing of healthcare personnel is a vital mechanism for ensuring service quality at community health centers (Puskesmas). Through document verification, competency assessment, and assignment of clinical authority, credentialing ensures that healthcare workers perform within their professional scope. However, its implementation still encounters structural and technical challenges. This study aims to evaluate the implementation of credentialing for nursing personnel in determining clinical authority at Puskesmas in Depok City, using the input–process–product (IPP) evaluation model and the 5M framework (Man, Money, Machine, Material, Method). This research employed a qualitative descriptive approach with a naturalistic study design. Data were collected through in-depth interviews, observation, and document review involving 14 informants from the Health Office and various Puskesmas. Data analysis followed the interactive model of Miles & Huberman. Credentialing has been carried out in accordance with procedures, although not yet optimally across all components. The input phase revealed the readiness of human resources and supporting documents, but gaps remain in understanding clinical authority. The process was systematic but lacked direct observation and adequate feedback mechanisms. The product showed positive impacts on service quality and professionalism, though quantitative measurements were limited. Credentialing serves as both a quality management strategy and a tool for strengthening human resource governance. Credentialing is a strategic instrument to ensure healthcare service quality and professional accountability, whose effectiveness depends on system support, human resources, regulations, and continuous capacity building. ABSTRAKKredensial tenaga kesehatan merupakan mekanisme penting dalam menjamin mutu pelayanan di Puskesmas. Melalui verifikasi dokumen, asesmen kompetensi, dan penetapan kewenangan klinis, kredensial memastikan bahwa tenaga kesehatan menjalankan praktik sesuai kapasitas profesionalnya. Namun, implementasinya masih menghadapi kendala struktural dan teknis. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi pelaksanaan kredensial tenaga kesehatan keperawatan dalam penetapan kewenangan klinis di Puskesmas Kota Depok, dengan menggunakan pendekatan evaluasi input–proses–produk (IPP) dan kerangka kerja 5M (Man, Money, Machine, Material, Method). Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan desain studi naturalistik. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi, dan telaah dokumen terhadap 14 informan dari Dinas Kesehatan dan Puskesmas. Analisis dilakukan dengan metode interaktif Miles & Huberman. Pelaksanaan kredensial telah sesuai prosedur, meskipun belum optimal di seluruh aspek. Input menunjukkan kesiapan SDM dan dokumen pendukung, namun belum merata dalam pemahaman kewenangan klinis. Proses kredensial sudah sistematis, tetapi kurang dalam observasi langsung dan umpan balik. Produk menunjukkan dampak positif terhadap mutu layanan dan profesionalisme, meski belum terukur secara kuantitatif. Kredensial berperan sebagai strategi manajemen mutu dan penguatan tata kelola SDM kesehatan. Kredensial merupakan instrumen strategis dalam menjamin mutu layanan dan profesionalisme tenaga kesehatan, yang efektivitasnya bergantung pada sistem, SDM, regulasi, dan pembinaan berkelanjutan.
Copyrights © 2025