This study aims to examine the effectiveness of the petty cash system in a port service company that focuses on cargo handling activities. The company applies the Imprest Fund method as the primary approach in managing its petty cash transactions. A descriptive qualitative method was employed, with data collected through direct observation, in-depth interviews with finance and general affairs staff, as well as document analysis related to petty cash management. The findings reveal that the disbursement process of petty cash has been relatively effective, as reflected in the regularity of transaction records and the completeness of supporting documents. However, several obstacles were identified in the replenishment process, particularly related to lengthy approval procedures and delays in fund reimbursement, which potentially disrupt daily operations. The limitations in human resources also intensify the issue, since the bookkeeping and journal entries are handled by a small number of personnel. These results suggest the need for companies to streamline administrative procedures, enhance documentation systems, and improve efficiency in petty cash management. Furthermore, this research provides academic contributions by enriching the literature on financial management practices in the port service sector. ABSTRAKPenelitian ini dilakukan untuk menilai sejauh mana sistem penerimaan dan pengeluaran kas kecil berjalan efektif pada sebuah perusahaan kepelabuhan yang berfokus pada jasa bongkar muat. Perusahaan ini menggunakan metode Imprest Fund sebagai mekanisme utama dalam pengelolaan kas kecil. Metode penelitian yang dipakai adalah kualitatif deskriptif, dengan pengumpulan data melalui observasi lapangan, wawancara mendalam dengan pegawai di bagian keuangan dan general affairs, serta telaah dokumen kas kecil yang tersedia. Hasil analisis memperlihatkan bahwa sistem pengeluaran kas kecil relatif telah berjalan baik, ditandai dengan keteraturan pencatatan transaksi dan adanya bukti pengeluaran yang lengkap. Namun, pada sisi penerimaan kas kecil ditemukan sejumlah hambatan, terutama pada aspek birokrasi persetujuan yang panjang dan keterlambatan pengisian kembali saldo, sehingga berpotensi mengganggu kelancaran kegiatan operasional. Keterbatasan sumber daya manusia juga memperkuat permasalahan ini, karena pencatatan dan penjurnalan masih ditangani oleh personel yang terbatas. Temuan ini diharapkan dapat menjadi masukan penting bagi perusahaan untuk memperbaiki prosedur administrasi, memperkuat sistem dokumentasi, serta meningkatkan efisiensi pengelolaan kas kecil. Penelitian ini juga memberi kontribusi akademis dalam memperkaya kajian mengenai praktik pengelolaan keuangan sederhana di sektor jasa kepelabuhan.
Copyrights © 2025