Pembangunan desa wisata merupakan agenda strategis nasional untuk pemulihan ekonomi dan penguatan resiliensi masyarakat, namun implementasinya seringkali menghadapi tantangan fundamental terkait keberlanjutan. Program pengembangan yang berjalan secara parsial, tidak terintegrasi, dan minim sinergi antar pemangku kepentingan menjadi penghambat utama tercapainya dampak jangka panjang. Menjawab permasalahan tersebut, artikel konseptual ini bertujuan untuk merumuskan dan mengelaborasi sebuah model pengabdian masyarakat yang kolaboratif dengan mengadopsi pendekatan Pentahelix sebagai kerangka kerja untuk pembangunan desa wisata berkelanjutan. Metode penelitian yang digunakan adalah studi literatur dan analisis-sintesis, dengan melakukan peninjauan mendalam terhadap teori pembangunan berkelanjutan, model inovasi kolaboratif, serta praktik-praktik terbaik dalam pariwisata berbasis komunitas. Hasil dari penelitian ini adalah sebuah model konseptual yang memetakan secara terperinci peran, fungsi, dan mekanisme interaksi sinergis antara lima elemen kunci: Akademisi, Pelaku Usaha (Bisnis), Komunitas Lokal, Pemerintah, dan Media. Model ini menggarisbawahi bahwa keberhasilan pembangunan desa wisata tidak hanya bergantung pada kontribusi individual setiap aktor, melainkan pada kemampuan mereka untuk berorkestrasi dalam sebuah ekosistem yang terpadu. Disimpulkan bahwa implementasi model Pentahelix dalam program pengabdian masyarakat dapat mentransformasi pendekatan yang fragmentaris menjadi sebuah gerakan kolektif, sehingga mampu mewujudkan desa wisata yang tidak hanya unggul secara ekonomi, tetapi juga adil secara sosial dan lestari secara ekologis.
Copyrights © 2025