Penelitian ini memfokuskan pada penyelidikan strategi efektif untuk memperkenalkan literasi digital dan keamanan online kepada siswa kelas tinggi sekolah dasar (SD) usia 9-12 tahun. Melalui sintesis pendekatan pedagogis, konten kurikulum, dan peran pemangku kepentingan, termasuk guru dan orang tua, artikel ini bertujuan membentuk pemahaman serta perilaku aman siswa di dunia digital. Metodologi yang digunakan adalah tinjauan literatur sistematis (SLR) berdasarkan protokol PRISMA 2020, menganalisis publikasi ilmiah terbaru dari tahun 2020 hingga Mei 2025. Temuan kunci penelitian mengidentifikasi beberapa poin penting. Pertama, strategi pengajaran interaktif berbasis simulasi dan permainan terbukti menjadi yang paling efektif. Kedua, keterlibatan aktif orang tua melalui dialog terbuka memegang peran sentral dalam proses pembelajaran. Ketiga, kurikulum yang adaptif dan berbasis ancaman aktual sangat penting untuk mempersiapkan siswa menghadapi tantangan digital. Kebaruan penelitian ini terletak pada usulan Kerangka LOKAL (Literasi Online Keamanan Anak) yang mengintegrasikan aspek kognitif (pengetahuan), afektif (sikap), dan psikomotorik (praktik) secara holistik. Kerangka ini menjawab kesenjangan model terpadu untuk siswa SD yang selama ini masih terfragmentasi. Implikasi dari hasil penelitian ini mendesak kolaborasi sinergis antara sekolah, keluarga, dan pembuat kebijakan dalam menyusun panduan operasional berbasis bukti.