Penelitian ini mengkaji fenomena tawuran di Kabupaten Karawang serta upaya pencegahannya melalui program pemberdayaan remaja berbasis olahraga oleh sasana tinju Juggernauts Camps. Tujuan penelitian adalah menganalisis efektivitas program tersebut dalam menekan angka tawuran dari perspektif kriminologi, khususnya teori social crime prevention. Pendekatan kualitatif deskriptif dipilih dengan menggunakan pengamatan tanpa keterlibatan langsung, wawancara semi-terstruktur, serta kajian literatur sebagai sumber data. Informan terdiri dari tiga pelaku tawuran, satu korban, dan satu staf SatReskrim Polres Karawang. Hasil menunjukkan bahwa keterlibatan remaja dalam tawuran dipicu oleh minimnya ruang ekspresi, kurangnya aktivitas positif, serta rendahnya perhatian sosial. Dalam konteks ini, sasana tinju berperan sebagai ruang alternatif yang efektif dalam membentuk disiplin, solidaritas, serta penyaluran energi secara positif. Temuan ini menunjukkan bahwa pendekatan pemberdayaan berbasis komunitas memiliki potensi dalam mencegah kenakalan remaja, khususnya aksi tawuran. Dengan memperkuat kapasitas individu dan komunitas, intervensi sosial seperti ini menjadi strategi relevan untuk menanggulangi kekerasan kolektif remaja secara lebih berkelanjutan.
Copyrights © 2025